[Movie Review] X-Men: Dark Phoenix – Penutup yang Mengecewakan

RELEASE DATE : 14 June 2019
GENRE : Action, Adventure, Sci-fi
PRODUCERS : Simon Kinberg, Hutch Parker, Lauren Shuler Donner
DIRECTOR : Simon Kinberg
WRITER : Simon Kinberg
PRODUCTION : 20th Century Fox
CASTS : Sophie Turner, Jennifer Lawrence, Jessica Chastain, Nicholas Hoult, James Mcavoy, Michael Fassbender, Evan Peters, Tye Sheridan, Alexandra Shipp

Dark Phoenix diproyeksikan sebagai kisah penutup rangkaian 19 tahun perjalan para mutant di layar lebar. Sayangnya film yang diproduksi oleh 20th Century Fox ini menjadi anti klimaks dan gagal memuaskan para fans. Bahkan hujaman review-review negatif di internet tidak bisa dibendung oleh film yang diperankan Sophie Turner ini. Seperti apa “busuk” nya film ini, lanjutin aja bacanya!

Kisah penutup yang anti klimaks

Kisah Jean Grey Sebagai Phoenix
Phoenix merupakan karakter alter igo yang dimiliki Jean Grey (Sophie Turner) yang sudah dimilikinya sejak kecil. Dengan bantuan Professor  Charles Xavier (James Mcavoy) kekuatan yang “merusak” itu dapat diredam dengan bersekolah di sekolah khusus mutant. Kekuatan tersebut bangkit lagi dan semakin kuat setelah tim X-Men yang terdiri dari Jean Grey, Hank McCoy / Beast (Nicholas Hoult), Raven / Mystique (Jennifer Lawrence), Scott Summers / Cyclops (Tye Sheridan), Ororo Munroe / Storm (Alexandra Shipp), Peter Maximoff / Quicksilver (Evan Peters) dan Kurt Wagner / Nightcrawler (Kodi Smit-McPhee) melakukan perjalanan ke luar angkasa untuk menyelamatkan sekelompok astronaut yang terdampar di luar angkasa karena fenomena yang diduga solar flare. Sudah bisa diduga, misi penyelamat tidak berjalan dengan lancar. Solar flare tadi mulai mendekat dan mengancam jiwa astronaut. Beruntung, kekuatan psikis Jean Grey berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal antariksa dengan selamat. Imbasnya, Grey terpapar oleh solar flare tadi yang ternyata adalah kekuatan kosmik yang mampu membuat orang yang menyerapnya memiliki kekuatan yang amat besar.

Tim X-Men

Dengan kekuatan yang semakin besar dan tidak terkendali memunculkan sisi jahat Jean Grey yang bahkan menyebabkan perpecahan di dalam diri X-Men bahkan sampai melibatkan para mutant lain yang dipimpin oleh Erik Lehnsherr / Magneto (Michael Fassbender). Konflik bertambah parah setelah invasi para alien ras D’Bari yang dipimpin oleh Vuk (Jessica Chastain). Apa yang akan terjadi dengan Jean Grey dan para mutant. Jawabannya bisa kalian dapatkan dengan menonton film nya secara langsung.

Asal usul kekuatan Dark Phoenix

Fox Hobi Merusak X-Men
Kisah Jean Grey sebagai Phoenix sebenarnya sudah muncul pada film X-Men: The Last Stand (2006). Pada tahun 2006, X-Men: The Last Stand mendapat ulasan yang kurang baik lantaran terlalu banyak perubahan. Oleh karena itu, Kinberg mengambil jalur cerita berdasarkan komik Dark Phoenix. Tetapi hal tersebut tidak lah otomatis membuat film yang dikabarkan merugi ini disukai para fans. Salah satu penyebabnya adalah kontinuitas yang absurd di antara rangkaian film X-Men. Tidak seperti Marvel Cinematic Universe yang alur ceritanya “dijahit” dengan rapi dan ditutup manis di Endgame, X-Men Universe memiliki banyak lubang-lubang cerita yang sering kali membuat para fans mengernyitkan dahi. Masih ingat dengan cerita Prof. X yang mati di Last Stand yang tiba-tiba hidup lagi di post credit The Wolverine (2013) tanpa alasan yang jelas? Belum lagi alur cerita X-Men Universe yang seperti dipaksa dibelokkan di Days of Future Past (2014). Puncaknya adalah Dark Phoenix yang diproyeksikan sebagai rangkaian penutup cerita X-Men Universe tetapi memiliki cerita yang flat dan tidak menyimpulkan apa-apa. 20th Century Fox terlihat malas untuk mengembangkan cerita X-Men. Apa karena Fox sudah diakusisi Disney? Hmmmm… πŸ˜•. Oh iya, ngomongin X-Men Universe kalian yang ingin menonton film Dark Phoenix sangat disarankan untuk menonton rangkaian film X-Men sebelumnya supaya tau pengenalan masing-masing karakter X-Men. Jangan seperti penonton bioskop di sebelah saya yang dengan PD-nya menyebut kalau Magneto adalah bapaknya Raven πŸ˜‚.

Professor X & the Gangs

Akting yang Buruk
Balik lagi ke film Dark Phoenix. Hal berikutnya yang dinilai membuat film ini gagal adalah akting para pemainnya terutama Sophie Turner sebagai Jean Grey. Adegan-adegan yang seharusnya  emosional tidak berhasil ditampilkan dengan baik oleh Sophie Turner dan berakhir hambar. Belum lagi bagi penonton film X-Men sebelumnya pasti tidak lepas untuk membandingkan Jean Grey nya Sophie Turner dengan Jean Grey nya Famke Janssen dan dalam hal ini Sophie Turner kalah jauh. Jika ada satu karakter yang mendapat spotlight buat saya adalah Scott Summers a.k.a Cyclops versi muda yang terlihat lebih hebat dan berguna dibandingkan versi tuanya πŸ˜€.

Jean Grey dengan aksen Eropa timur. Agak aneh

Villain yang Ga Guna
Selain pertarungan antar sesama mutant, Dark Phoenix menampilkan sosok alien yang menamai dirinya ras D’Bari dan dipimpin oleh Vuk yang mengambil wujud wanita cantik. Para alien ini diceritakan mengincar kekuatan yang ada dalam diri Jean Grey. Karakter villian atau penjahat yang seharusnya mempertebal rangkaian cerita film superhero sayangnya tidak terlihat di film ini. Tidak dijelaskan secara jelas siapa para alien ini dan apa tujuan utama mereka dengan kekuatan phoenix. Simon Kinberg selaku sutradara dan penulis tidak memberikan porsi lebih untuk menjelaskan latar belakang D’Bari. Sosok Vuk tidak digambarkan dengan baik dan seolah hanya menjadi selipan belaka.

Ngomong di dalam hati “Ngapain gua di sini?”

Aksi Pertarungan dengan CGI yang Keren
Jika ada satu nilai positif untuk film ini , penilaian tersebut dapat diberikan ke adegan-adegan pertarungan yang disajikan. Rangkaian aksi adu kekuatan dipadukan dengan CGI yang digarap matang, menjadi salah satu nilai yang berhasil memukau penonton. Tetapi saya pribadi merasa ada yang kurang dengan minimnya aksi Quicksilver yang seharusnya menjadi daya tarik setelah penampilannya di film-film X-Men sebelumnya.

Pertarungan Quicksilver dan Phoenix yang sayangnya hanya ada di awal film

Apakah film ini layak di tonton? Bagi kalian yang sudah mengikuti rangkaian cerita film-film X-Men selama kurang lebih 19 tahun ini mungkin akan kecewa tetapi tidak ada salahnya untuk menonton film ini sebagai hiburan tanpa berkspektasi tinggi. Untuk film ini saya beri nilai 5/10.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *